Berbagi Informasi dan Pengalaman dalam Pengelolaan Keuangan Negara Yang Transparan dan Akuntabel

Penyusunan Laporan Keuangan

Saat ini kita telah memasuki tahun baru, walau terlambat saya tetap akan ucapakan selamat tahun baru untuk teman teman semua. Sudah menajdi hal lumrah, memasuki tahun baru semua bendahara akan disibukkan dengan kegiatan penyusunan laporan keuangan semester II. Hal ini sudah menjadi kewajiban bendahara, menyusun laporan semester I dan semester II. Menyusun laporan keuangan buakanlah hal yang mudah namun bukan pula hal yang sulit.
Perlu dipahami bahwa penysunan laporan keuangan bertujuan untuk menyediakan informasi terkait posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu entitas pelaporan. Laporan Keuangan yang baik tentunya dapat dijadikan rujukan dalam pengambilan keputusan.
Sejak tahun 2015, penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat menganut system akuntansi berbasis akrual. Dalam penyusuna laporan keuangan berbasis akrual ini ada beberapa komponen yang sangat penting antara lain
1.       Laproan Realisasi Anggaran yang merupakan salah satu komponen penyusunan laoran keuangan pemerintah pusat yang menggambarkan perbandingan antara pagu anggaran dan realisasinya pada suatu periode tertentu
2.       Laporan Perubahan Saldo Angaran Lebih atau yang sering disebut LPSAL. Komponen ini biasanya terdapat pada laporan keuangan Kementerian Kuangan selaku Bendahara Umum Negara dan entiras pelaporan  yang menyusun laporan keuangan konsolidasi. LPSAL ini menyajikan informasi kenaikan atau penurunan Saldo Anggaran Lebih  tahun pelaporan  dibandungkan tahun anggaran sebelumnya.
3.       Neraca.
Neraca menggambarkan psosi keuangan suatu entitas pelaporan terkait aset kewajiban dan ekuitas pada suau periode tertentu
4.       Laporan Operasional (LO)
LO menydiakan informasi mengenai seluruh kegiatan operasional keuangan suatu entitas pelaporan yang disandingkan dengan periode sebelumnya
5.       Laporan Perubahan Ekuitas
LPE menyajikan informasi kenaikan atau penurunan posisi keuangan entitas pelaporan sebagai akibat kegiatan yang dilakukan selama  periode pelaporan.
6.       Laporan Arus Kas
Laporan Arus Kas bertujuan untuk memberikan informasi mengenai sumber, penggunaan, perubahan kas dan setara kas serta saldo kas dan setara kas pada suatu periode pelaporan. Laporan Arus Kas ini disusun oleh entitas pelaporan yang mempunyai fungsi perbendaharaan umum negara.
7.       Catatan Atas Lapran Keuanan
Setiap entitas pelaporan diharuskan untuk menyusun Catatan Atas Laporan Keuangan yang meliputi daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam Komponen Laporan Keuangan diatas termasuk pula pengungkapan pengungkapan laian yang diperlukan untuk penyajian yang wajar suatu laporan keuangan.
Untuk dapat menysun laporan keuangan yang baik dan handal diperlukan data dan informasi keuangan yang akurat sebagai dasar dalam penyusunan laporan keuangan. Diperlukan kesesuaian dan kesamaan antara laporan keuangan dan laporan Barang Milik Negara. Oleh karena itu sbelum menysun laporan keuangan hendaknya memperhatikan beberapa hal antara lain :
-          Pastikan Data DIPA maupun Revisi Dipa telah terinput pada aplikasi SAIBA
-          Pastikan Semua Data SP2D telah tercatat pada aplikasi SAIBA dan pastikan data yag telah dicatat telah benar (nomor, tanggal dan nilai) disarankan untuk mengcopy data dari aplikasi OMSPAN untuk mengurangi kesalahan
-          Pastikan telah menerima data capaian output dari aplikasiSAS
-          Pastikan semua penerimaan telah discatat pada menu pendapatan aplikasi SAIBA
-          Pastinkan Semua Utang pihak ketiga telah dicatat pada jurnal penyesuaian
-          Pastikan telah menerima data BMN dari operator BMN, kroscek semua neraca pastikan neraca BMN Persediaan dan SAIBA sama.
-          Terakhir, Jangan lupa POSTING
Untuk mendapatkan laporan keuangn dan bmn yang sama tentu ini sudah harus menjadi perhatian sejak awal tahun, mengapa? Karena terkadang pada DIPA terdapat belanja modal yang nilainya dibawah nilai kapitalsasi. Hal ini akan berimbas kepada lapaoran keuangan dan bmn. Akan terdapat selisih antara laporan keuangan dan BMN. Sehingga sangat disarankan untuk segera melakukan revisi jika sekiranya dalam DIPA terdapat belanja modal dibawah nilai kapitalasasi
Share:

2 komentar:

Popular Posts

Recent Posts

Pages